Kuliah Lapangan Rumah Domes Nglepen & Huntap Pagerjurang
Pada tanggal 22 Desember 2025, Mahasiswa dan Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Amikom Yogyakarta, melaksanakan kuliah lapangan sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi profesional mahasiswa. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan, khususnya dalam konteks wilayah rawan bencana. Melalui observasi langsung, diskusi di lokasi, serta refleksi akademik, mahasiswa diharapkan mampu memahami kompleksitas perencanaan wilayah dan kota yang melibatkan aspek fisik, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan pembangunan.
Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Domes Nglepen yang berlokasi di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kawasan ini merupakan contoh penting rekonstruksi permukiman pascagempa bumi tahun 2006 dengan penerapan desain rumah berbentuk kubah (domes) yang relatif tahan gempa. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari konsep perencanaan permukiman berbasis mitigasi bencana, mulai dari pemilihan lokasi, desain bangunan, hingga pengelolaan kawasan. Selain itu, Rumah Domes juga berkembang sebagai desa wisata edukatif, sehingga mahasiswa dapat mengamati keterkaitan antara perencanaan ruang, keselamatan bangunan, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata berkelanjutan.
Rangkaian kuliah lapangan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Dusun Giriharjo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Kawasan hunian tetap ini dibangun sebagai bagian dari program relokasi masyarakat terdampak erupsi Gunung Merapi ke zona yang lebih aman. Di lokasi ini, mahasiswa mengamati secara langsung pola penataan kawasan permukiman, penyediaan sarana dan prasarana dasar, serta proses adaptasi sosial dan ekonomi masyarakat pascarelokasi. Diskusi lapangan juga menyoroti tantangan keberlanjutan hunian tetap, termasuk aspek mata pencaharian, akses layanan, dan keterhubungan kawasan dengan wilayah sekitarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan kuliah lapangan ini memberikan pemahaman yang utuh dan kontekstual bagi mahasiswa terhadap implementasi mata kuliah Perencanaan Mitigasi Bencana, Evaluasi Pembangunan dan Perencanaan, serta Pembiayaan Pembangunan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengidentifikasi permasalahan dan potensi wilayah, tetapi juga dilatih untuk mengevaluasi kebijakan dan program pembangunan secara kritis berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Melalui pengalaman ini, diharapkan mahasiswa PWK Amikom Yogyakarta memiliki bekal pengetahuan, kepekaan sosial, serta kemampuan analitis yang kuat dalam merancang perencanaan wilayah dan kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya pada kawasan dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.