Mahasiswa dan Dosen Prodi PWK Universitas Amikom Yogyakarta Terlibat dalam Peningkatan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Yogyakarta pada tanggal 2–5 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur pusat dan daerah dalam mendukung penyelenggaraan penataan ruang yang lebih efektif di kawasan perbatasan negara. Bimtek dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Amikom Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Amikom Yogyakarta, Bagus Ramadhan, S.T., M.Eng., berperan sebagai narasumber pada Modul 3 yang membahas Integrasi Perencanaan dan Pembiayaan Pemanfaatan Ruang Kawasan Perbatasan. Selain itu, Dosen PWK Amikom, Gardyas Bidari Adninda, S.T., M.A., turut berkontribusi sebagai fasilitator diskusi kelompok yang dilaksanakan pada hari kedua dan ketiga kegiatan. Keterlibatan sivitas akademika PWK Amikom juga diperkuat melalui partisipasi delapan mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 yang bertugas sebagai tim teknis dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Melalui penyelenggaraan bimtek ini, BNPP RI menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan kawasan perbatasan yang semakin kompleks. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman teknis penataan ruang, tetapi juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan profesional, dan perguruan tinggi. Partisipasi dosen dan mahasiswa PWK Amikom dalam kegiatan nasional ini menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kapasitas aparatur serta penguatan tata kelola kawasan perbatasan yang efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan.