The AMIKOM–UBaguio 2025 Nexus: Bridging Cultures, Building Futures, Creating Sustainable Contexts
Kegiatan Outbound International Short Course 2025 menjadi salah satu rangkaian penting dalam program internasional hasil kolaborasi antara Universitas Amikom Yogyakarta dan University of Baguio yang berlangsung pada 3–15 November 2025. Mengusung tema The AMIKOM–UBaguio 2025 Nexus: Bridging Cultures, Building Futures, Creating Sustainable Contexts, program ini dirancang tidak hanya sebagai pertukaran akademik, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran lintas budaya yang humanis dan reflektif. Melalui kombinasi kegiatan outbound, kelas intensif, dan eksplorasi budaya, mahasiswa diajak memahami isu perencanaan, arsitektur, dan pembangunan berkelanjutan dalam konteks internasional secara lebih utuh.
Program ini diikuti oleh 10 mahasiswa dan 1 dosen pendamping dari Universitas Amikom Yogyakarta, yaitu Muhammad Najih Fasya (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota), serta mahasiswa Dera Milyarta, Muhammad Ammar Manggorai Tenrirawe Ahyar, Aqila Nisrina Araminta Tatiana, Atika Aidiana Salsabila, Nailla Athadzira Putrina Wigraha (Program Studi Arsitektur), dan Bq Anisa Putrin Meilia, Wiwin Royani Umasugi, Carolin, Farhan Abdillah, serta Satya Putra Raharjo (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota). Selama dua pekan, para peserta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang difasilitasi oleh School of Engineering and Architecture (SEA) University of Baguio, dengan dukungan penuh dari Linkages Office sebagai wujud komitmen penguatan jejaring akademik internasional.
Selain kegiatan outbound yang menekankan pada kerja sama tim, kepemimpinan, dan komunikasi lintas budaya, program ini juga diisi dengan masterclass dari dosen-dosen University of Baguio yang membahas isu arsitektur tropis, perencanaan kota pegunungan, serta tantangan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Mahasiswa kemudian mengikuti workshop kolaboratif, di mana mereka bekerja dalam kelompok lintas negara untuk menyusun site plan project Revitalization of Mines View Park, Baguio City. Dalam workshop ini, mahasiswa diajak mengkaji secara kritis persoalan kepadatan pengunjung, tekanan komersialisasi, daya dukung kawasan, serta perlindungan nilai ekologis dan budaya. Proyek site plan tersebut menekankan pada penataan ruang terbuka, pengendalian aktivitas komersial, peningkatan sirkulasi pengunjung, serta strategi keberlanjutan yang selaras dengan karakter alam dan sejarah Mines View Park sebagai salah satu ikon wisata Kota Baguio.
Sebagai puncak kegiatan akademik, seluruh peserta mengikuti final exhibition yang menampilkan hasil workshop dan gagasan perencanaan serta desain yang telah dikembangkan selama program berlangsung. Pameran ini menjadi ruang dialog akademik yang hidup, di mana mahasiswa mempresentasikan ide mereka, menerima umpan balik dari dosen dan mahasiswa University of Baguio, serta merefleksikan proses belajar lintas budaya yang telah dijalani. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diperkaya dengan cultural excursion, termasuk kunjungan ke Vigan Heritage Complex di Ilocos Sur, yang memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan kota warisan budaya, pelestarian bangunan bersejarah, serta keterkaitan antara tata ruang, pariwisata, dan keberlanjutan.
Secara keseluruhan, Outbound International Short Course 2025 menjadi pengalaman belajar yang komprehensif dan bermakna bagi mahasiswa dan dosen Universitas Amikom Yogyakarta. Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga membentuk kepekaan budaya, kemampuan berpikir kritis, serta perspektif global mahasiswa. Melalui interaksi lintas negara, pembelajaran berbasis proyek, dan eksplorasi budaya, kegiatan ini menegaskan komitmen Universitas Amikom Yogyakarta, khususnya Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dan menyiapkan lulusan yang adaptif, kolaboratif, serta siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat global.